Darurat, Sampaikan 10 Pesan Penting Ini Pada Seluruh Pelajar Indonesia
Pelajar.me – Kami tidak terlalu mempermasalahkan apakah kamu
seorang pelajar sekolahan atau anak kuliahan, yang jelas pesan-pesan berikut
ini wajib kamu baca dan pahami secara benar. Bahwa, tahukah kamu, negeri kita,
Indonesia tercinta tengah berada dalam kondisi darurat?
Becanda? Gak ah. Kondisi darurat itu mungkin memang belum
kita rasakan secara nyata hari ini, tapi ia tak ubahnya adalah sebuah bola
salju yang siap menggelinding dan membesar. Ia adalah penyakit kronis yang
semakin cepat diatasi akan semakin baik. Maka, sebelum terlambat, renungkanlah
10 pesan ini, terutama bagi kamu yang masih berstatus pelajar, baik siswa
maupun mahasiswa.
#1 Pelajar Indonesia Wajib Nabung
![]() |
| Credit: bintang.com |
Lah, terus apa hubungannya sama menabung?
Gini, seiring perjalanan waktu, di tengah susahnya
pergerakan ekonomi, inflasi akan tetap merangkak dan harga uang akan semakin
turun. Dengan kata lain, biaya hidup dan biaya pendidikan akan semakin naik.
Menabung dari sekarang untuk pendidikanmu di waktu yang akan datang adalah
pilihan terbijak untuk menghindari kemungkinan terburuk dari efek gejolak
ekonomi terhadap dunia pendidikan.
#2 Jangan Bikin Indonesia Gagal Mendapat Bonus Demografi
![]() |
| Credit: Antara |
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar
ke-4 di dunia diprediksi dapat mengambil “jackpot” itu. Asalkannnn,....
Asalkan, tenaga kerja usia produktif tersebut memang
memiliki skill khusus di bidang tertentu, alias berkualitas. Ya, kalau banyak
saja tapi tidak berkualitas dan menjanjikan gak bakal diterima kerja. Oleh
karenanya, kita yang hari ini masih pelajar harus siap-siap menyambut masa itu
dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri kita.
Bila sampai masanya nanti, kita mampu menegakkan kepala di
hadapat orang-orang dari belahan dunia lain, dan bilang: apa lo lihat-lihat, lo
makan nasi gue juga makan nasi, lo punya skill gue juga punya. Kita sama!
#3 Berhentilah Mencoreng Wajah Indonesia
![]() |
| Credit: artikeltutorial.com |
Tapi kini, semua berubah setelah negara api menyerang!
Eh, maksudnya negara api di sini adalah egoisme. Yap,
egoisme yang melenyapkan kesantunan dan keramahan dalam diri kita, terutama
anak muda.
Lihatlah kawan, linimasa media sosialmu, bukankah banyak
kamu temukan umpatan-umpatan, debat kusir tak jelas, saling jatuh menjatuhkan,
saling ejek, saling hina dan segala ketidakbaikan lainnya. Semua ketidakramahan
itu termanifestasi dalam meme-meme yang kita buat atau kita share. Dalam status
dan artikel yang kita baca dan kita propagandakan.
Jangan salahkan orang lain, mari periksa diri kita sendiri
yang merupakan generasi muda, cerminan Indonesia di masa depan. Jangan egois :)
#4 Jangan cuma ngedumel atau kesel, gantikan mereka
![]() |
| Kapan main ke Senayan? (Credit: kabarcsr.com) |
Tapi, tunggu. Saat ini mungkin masih terlalu dini untuk
menceburkan diri ke ranah yang amat berbahaya itu. Kita belum cukup belajar,
maka marilah kita timba ilmu dulu. Belajar dan menyiapkan bekal untuk masa kita
nanti. Karena masa akan berganti, para pemimpinnya demikian juga.
#5 Jangan kebanyakan tertawa
![]() |
| (sumber tertera) |
Di belahan bumi sana, seorang bocah lelaki umur 14 tahun
berhasil membuat proyek ilmiahnya sendiri yang dikagumi oleh bos Efbi (FB—pen).
Di belahan bumi sana, seorang perempuan 18 tahun berhasil sabet berbagai
penghargaan bergengsi untuk sebuah penemuan kecil charger yang bisa mengisi
selama 20 detik saja. Dan di belahan bumi lainnya, anak-anak kecil bahkan masih
bisa menghafal kitab suci di tengah suasana perang dan berbagai ancaman yang
siap merenggut nyawa mereka.
Dan, kita masih sibuk tertawa?
#6 Berjuanglah untuk kemerdekaan jilid 2
![]() |
| Credit: pendoasion.wordpress.com |
Secara fisik barangkali negeri ini telah merdeka cukup lama,
tapi sejatinya kita masih terjajah di berbagai sektor karena kita belum bisa
dengan mandiri mengatur diri kita sendiri. Berkiblat pada tren dan mode luar
negeri. Tidak bisa mengelola hasil bumi dengan tangan sendiri, serta hal yang
bikin nyesek lainnya.
Indonesia mungkin sudah punya banyak orang pintar, tapi
belum cukup banyak orang cerdas. Orang cerdas seperti Soekarno, Hatta, Agus
Salim dan lainnya yang mampu bicara di ranah dunia dan disegani oleh banyak
orang.
Maka, berjuanglah kawan, bawalah negeri ini untuk mencapai
kemerdekaan sesungguhnya dengan segala potensi dan prestasi yang kita punya.
#7 Hormat pada orang tua, orang yang dituakan dan orang yang lebih tua
![]() |
| Credit: kesekolah.com |
Pelajar sejati adalah mereka yang pandai menempatkan diri,
menghormati orang yang patut dihormati, berbuat sesuatu sesuai norma yang
berlaku.
#8 Jadilah orang-orang yang beragama
![]() |
| Credit: pusakaindonesia.org |
Negeri ini adalah negeri orang-orang yang beragama.
Orang-orang yang mampu hidup dengan adil dan beradab. Saling menghormati bukan
saling benci. Saling membantu bukan saling siku. Kita, pelajar, adalah generasi
harapan. Wujudkanlah harapan itu dengan membentuk diri kita sebagai seseorang
yang mengerti dan taat beragama dan mampu hidup berdampingan dengan damai
dengan penganut agama lain.
#9 Jangan bangga berbuat nakal
Well, beberapa waktu belakangan ini jagat media sosial
diramaikan oleh perbincangan mengenai mereka-mereka yang bangga berbuat nakal.
Berdalih “dari pada munafik” atau “kalian suci, gue penuh dosa” lalu tanpa
bersalah mengampanyekan kenakalan. Please deh, yang seperti itu gak keren kali
men!
Keren itu kalau lu bisa jadi anak baik-baik di tengah
ruwetnya dunia hari ini. Melawan setan-setan yang udah kebangetan. Dan, lu pada
masih bisa teguh pendirian. Itu baru keren. Banggalah berbuat kebaikan, bukan
justru berbuat kenakalan.
#10 Jadilah jomblo seperti Hatta
![]() |
| Mohammad Hatta dan Rachmi Rahim (Credit: orangdalam.com) |
Hatta berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah
sebelum negeri ini memproklamirkan kemerdekaannya. Beliau baru menikah pada 18
November 1945, 3 bulan setelah proklamasi kemerdekaan pada usianya yang tidak
lagi terbilang muda, yaitu 43 tahun! Hatta adalah tipikal lelaki berprinsip dan
berkemauan keras. Maka seyogyanya kita juga seperti itu.
Jadilah jomblo seperti Hatta, pun jika syarat cinta kita
bukanlah merdeka, setidaknya bisa diganti menjadi tamat kuliah atau kerja saja.
Yang jelas, capailah dulu cita-citamu. Wujudkan dulu harapan orang tua dan
keluargamu. Soal cinta biarlah urusan nanti. Urusan saat kita sudah benar-benar
pantas untuk mencintai dengan cara yang sebenarnya, sesuatu yang lebih serius
ketimbang berpacaran semata (apaaa sih).
Dan, sebelum artikel ini ditutup, penting untuk kita sadari
bahwa pesan-pesan ini tidak ditulis untuk pembaca yang berbahagia saja, tapi juga
untuk diri penulis sendiri. Tak cukup sampai di situ, jika kamu merasa terbantu
oleh tulisan ini jangan ragu untuk menyebarkannya pada temanmu. Nyatanya
Indonesia hari ini, bisa dibilang, tengah berada pada kondisi darurat. Tapi
semua itu belum terlambat, sebab masih ada kita, anak-anak muda yang siap
mengerahkan segala sesuatu untuk kesejahteraan negeri ini. Semoga negeri ini
selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.[]









0 komentar:
Posting Komentar